Informasi Pendidikan, Tugas, Guru, Contoh, Cara, Jelaskan, Pengertian, Perbedaan, Persamaan

Kamis, 27 Juli 2017

BUTIR-BUTIR P4 PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA

"

Butir-Butir P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) - Lima asas dalam Pancasila dijabarkan menjadi 36 butir pengamalan, sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila. Butir-butir Pancasila ditetapkan dalam Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa. Di dalamnya, lima sila dalam Pancasila dijabarkan menjadi 36 butir pengamalan, sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila untuk setiap warga negara Indonesia.

Berikut adalah Butir-Butir Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) selengkapnya.

BUTIR-BUTIR P4 PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA

1. SILA PERTAMA : KETUHANAN YANG MAHA ESA 
  • (1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • (2) Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  • (3) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • (4) Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • (5) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  • (6) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  • (7) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
2. SILA KEDUA : KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
  • (1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  • (2) Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  • (3) Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  • (4) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  • (5) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  • (6) Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  • (7) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  • (8) Berani membela kebenaran dan keadilan.
  • (9) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  • (10) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
3. SILA KETIGA : PERSATUAN INDONESIA
  • (1) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  • (2) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  • (3) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  • (4) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  • (5) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
  • (6) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  • (7) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
4. SILA KEEMPAT : KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN
  • (1) Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama
  • (2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  • (3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  • (4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  • (5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  • (6) Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  • (7) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  • (8) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  • (9) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  • (10) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.
5. SILA KELIMA : KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
  • (1) Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  • (2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  • (3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  • (4) Menghormati hak orang lain.
  • (5) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  • (6) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  • (7) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  • (8) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  • (9) Suka bekerja keras.
  • (10) Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  • (11) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Demikian informasi terkait yang bisa Admin bagikan pada artikel kali ini dengan judul Butir-Butir P4, Semoga dapat memberikan manfaat untuk kalian semua terima kasih.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : BUTIR-BUTIR P4 PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA

0 komentar:

Posting Komentar