Informasi Pendidikan, Tugas, Guru, Contoh, Cara, Jelaskan, Pengertian, Perbedaan, Persamaan

Rabu, 10 Mei 2017

PENGERTIAN MANAJEMEN FUNGSI DAN SEJARAH LENGKAP

"

Pengertian Manajemen, Fungsi Manajemen, Klasifikasi Manajemen, Sejarah Manajemen - Kali ini saya berkesempatan untuk membagikan ilmu tentang Manajemen. Sesuai judul di atas dan untuk lengkapnya silahkan langsung saja kalian baca di bawah ini :

A. Pengertian Manajemen
Manajemen adalah koordinasi semua sumber daya melalui rangkaian proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan diawal. Seluruh koordinasi sumber daya ini dilakukan dengan menerapkan terapan ilmu serta seni. Ilmu dan seni tidaklah dapat dipisahkan dalam disiplin manajemen. Manajemen merupakan sebuah ilmu karena hal ini sudah dipelajari sejak dahulu, dan didalamnya terdapat penjelasan mengenai gejala-gejala manajemen berdasarkan penelitian dengan metode yang ilmiah dan juga dirumuskan dalam bentuk prinsip sehingga menjadi sebuah teori.

PENGERTIAN MANAJEMEN FUNGSI DAN SEJARAH LENGKAP

Sedangkan manajemen sebagai suatu seni, dari sudut pandang sebuah pekerjaan disini mengunakan tenaga dan kerja sama dengan orang lain, cara-cara untuk mendapatkan kerja sama ini dan me-managing atau mengatur disinilah membutuhkan sebuah seni, sehingga maksud hati dan cara penyampaian yang baik dapat tersampaikan.

B. Fungsi Manajemen

1. Planning (Perencanaan)
Sebuah pekerjaan harus ditetapkan oleh kelompok untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan awal. Planning mencakup kegiatan pengambilan keputusan, dan memilih keputusan yang realistis dan lebih mudah untuk dijalankan serta memiliki fungsi yang lebih besar. Seseorang harus memiliki visi dan pandangan kedepan yang bagus untuk menentukan suatu tindakan yang diambil.

Perencanaan memiliki dua elemen utama, yaitu sasaran dan rencana. Sasaran (goal) merupakan hal yang perlu dicapai oleh individu maupun kelompok. Sasaran ini juga biasa disebut dengan tujuan. Sedangkan rencana (plan) merupakan dokumen yang digunakan sebagai gambaran untuk mencapai tujuan. Rencana ini memiliki elemen-elemen lagi, seperti alokasi sumber daya, dana, jadwal, jangka waktu, dan frekuensinya

2. Organizing (Pengorganisasian)
Merupakan proses mengelompokkan kegiatan kegiatan untuk mencapai tujuan dan memberikan tugas kepada setiap kelompok dari seorang manajer. Pengorganisasian ini dilakukan untuk mengatur sumber yang diperlukan, seperti manusia dan pekerjaan yang diperlukan dan dikehendaki untuk tercapainya target keberhasilan.
Organisasi memiliki empat komponen yang disingkat dengan WERE (work, employees, relationship, environment).

Work atau pekerjaan merupakan fungsi yang wajib dilaksanakan, fungsi ini berlandaskan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Employees atau pegawai-pegawai merupakan orang-orang yang telah diberikan tugas atau pekerjaan tertentu untuk dilaksanakan. Relationship atau hubungan merupakan elemen penting, yaitu hubungan antara pegawai dengan pekerjaan yang dimiliki, interaksi interpersonal antar pegawai, antara unit kerja satu dengan unit kerja lain. Environment atau lingkungan merupakan komponen yang mencakup sarana fisik dan sasaran umum, merupakan tempat dijalankannya pekerjaan oleh pegawai-pegawai, juga termasuk alat alat dan lokasi yang digunakan.

3. Actuating (Pelaksanaan)
Pelaksanaan adalah usaha untuk menggerakkan anggota anggota yang tedapat pada suatu kelompok dengan cara cara tertentu, sehingga orang-orang tersebut tergerak dan berkeinginan untuk melaksanakan kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan di awal.

4. Controlling (Pengawasan)
Pengawasan merupakan penemuan dan penerapan cara, dan juga alat untuk menjamin bahwasanya planning atau rencana yang telah dilaksanakan sesuai dengan keinginan. Pengawasan yang dilakukan oleh manajer harus sebaik mungkin untuk menghindari keterlambatan dari proses pencapaian tujuan, dan juga menghindari hal-hal yang terjadi diluar prosedur. Manajer dapat melakukan pengawasan melalui alat, media, namun juga dapat melakukan pengawasan secara langsung.

Tipe-tipe pengawasan ada tiga, yaitu:

1. Feedforward Control
Dirancang untuk mengantisipasi masalah-masalah dan penyimpangan dari standar tujuan dan memungkinkan koreksi sebelum suatu kegiatan tertentu diselesaikan.

2. Concurrent Control
Adalah proses dalam aspek tertentu dari suatu prosedur harus disetujui dulu sebelum suatu kegiatan dilanjutkan atau untuk menjamin ketepatan pelaksanaan suatu kegiatan.

3. Feedback Control
Mengukur hasil-hasil dari suatu kegiatan yang telah dilaksanakan.

C. Sejarah Manajemen

Sejarah perkembangan ilmu manajemen terbagi menjadi empat fase, yaitu :
 
  • Era Pemikiran Awal
Pada tahun 1776, Adam Smith memunculkan doktrin ekonomi klasik dalam buku yang ia ciptakan. Buku tersebut berisi tentang organisasi atas pembagian kerja akan berefek positif terhadap keunggulan dan kesuksesan ekonomis. Pembagian kerja ini merupakan perincian pekerjaan terhadap pekerja dengan tugas yang lebih khusus dan dilakukan secara berulang. Adam Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang menjalankan tugas khusus dari sebuah perusahaan akan menghasilkan 48 ribu peniti dalam satu hari, namun, bila satu orang yang bekerja sendiri, sepuluh peniti saja yang dihasilkan sudah cukup baik.

Adam Smith mengambil kesimpulan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas, menghemat waktu, meningkatkan keterampilan kerja, dan hemat tenaga.

Kemudian terjadi revolusi industri di Britania, yang ditandai dengan maraknya penggunaan mesin yang menggantikan peran manusia, yang dikenal dengan pabrik. Sehingga manajer disaat itu memerlukan teori yang tepat untuk mengarahkan dan memberikan tugas tugas untuk bawahannya. Teori dan disiplin ilmu tersebut juga merupakan awal dari perkembangan manajemen.
  • Era Manajemen Sains
Manajemen Sains atau manajemen ilmiah dipopulerkan oleh ahli manajemen Frederick Winslow Taylor yang ditulis dalam bukunya yang berjudul "Principles of Scientific Management" (1911). Taylor memaparkan manajemen sains sebagai penggunaan metode yang ilmiah dalam menentukan cara terbaik untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

Pada tahun 1940 an, Patrick Blackett menelurkan ilmu tentang riset operasi yang merupakan ilmu kombinasi dari mikroekonomi dan teori statistika. Riset operasi ini lebih familiar dikenal dengan 'manajemen sains' dengan mencoba pendekatan ilmiah dalam menyelesaikan masalah yang ada pada manajemen khususnya dibidang operasi dan logistik. Tahun 1946, Peter F Drucker menerbitkan buku mengenai manajemen terapan. "Concept of the Corporation". Buku ini menugaskan penelitian mengenai organisasi.

Manajemen ini juga didukung oleh pemikiran yang baru dari Henry Gantt dan Gilbreth. Henry memeberikan ide bahwa seorang mandor harus dapat memberikan pendidikan kepada karyawannya, dan memanajemen serta mengontrol pekerjaannya. Lilian Gilbreth dan Frank yang merupakan oasutri menciptakan alat yang dapat mencatat gerakan yang dilakukakn oleh pekerja, alat tersebut diberi nama micromotion.

Pada tahun 1950, lima fungsi manajemen dikemukakan oleh Henry Fayol yang merupakan seorang industriawan dari Prancis, yaitu:

1. Merancang
2. Mengorganisasi
3. Memerintah
4. Mengkoordinasikan
5. Mengendalikan

Pada tahun 1940, Patrick Balckett mengemukakan tentang riset kombinasi dari teori mikroekonomi dan statistika. Riset ini mencoba penyelesaian secara ilmiah dan manajemen di bidang operasi dan logistik. Kemudian pada tahun 1946, Peter F Ducker menciptakan buku tentang manajemen terapan yang berjudul “Concept of the Corporation”, buku ini juga menggambarkan penelitian mengenai organisasi.
  • Era Manusia Sosial
Pada 1942, Mary Parker Follet menerbitkan buku berjudul “Creative Experience” yang bercerita tentang filosofi bisnis, dan ia mengemukakan pendapatnya bahwa tugas memimpin merupakan tujuan dari organisasi serta mengitegrasikannya dengan tujuan kelompok serta individu. Intinya, para manajer dan karyawan menjadikan merekan sebagai rekan dan mitra kerja, bukan sebagai lawan
  • Era Modern
Era modern muncul pada abad ke 20 oleh ahli manajemen W. Edward Deming dan Joseph Juran. Deming sendiri di Jepang dianggap sebagai Bapak Kontrol Kwalitas, ia mengemukakan pendapatnya bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukan lah dari kesalahan pada pekerja, tetapi dari sistemnya. Sehingga ketika kualitas ditingkatkan maka memiliki efek sebagai berikut, seperti:
  1. Berkurangnya biaya pengeluaran, karena kesalahan sedikit, sehingga biaya untuk perbaikan pun berkurang
  2. Produktifitas meningkat
  3. Pangsa pasar meningkat karena peningkatan terhadap kualitas dan juga terjadi penurunan harga
  4. Keuntungan meningkat, sehingga perusahaan dapat bertahan
  5. Jumlah lapangan pekerjaan semakin bertambah.
D.  Klasifikasi Manajemen
  • Manajemen Lini
Disebut juga dengan manajemen tingkat pertama. Yaitu merupakan tingkatan yang paling rendah dari sebuah organisasi, dimana seseorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain. Seperti seorang mandor mengawasi suatu pabrik, pengawas teknik suatu bagian penelitian dan riset.
  • Manajemen Menengah (Midle Manager)
Merupakan manejemen yang lebih dari satu tingkatan dalam organisasi. Manajer ini mengarahkan kegiatan dari manajer lain, dan juga mengarahkan serta mengontrol kegiatan yang dilaksanakan kebijakan organisasi. Contohnya seperti kepala bagian yang membawahi kepala seksi.
  • Manajemen Puncak (Top Manager)
Merupakan manajemen yang terdiri dari kelompok yang relatif kecil, bertanggung jawab terhadap manajemen keseluruhan dari organisasi. Manajer ini menetapkan kebijaksanaan terhadap operasional dan aktivitas, serta membimbing hubungan organisasi dengan lingkungannya. Sebutan untuk manajer ini yang biasa dikenal adalah Chief Executive Officer atau direktur utama, Presiden.
  • Prinsip Manajemen
Prinsip manajemen merupakan dasar dan nilai yang menjadi sebuah keberhasilan dari sebuah manajemen.

Berikut adalah 14 prinsip manajemen menurut ahli manajemen dari Prancis, Henry Fayol :

1. Pembagian Kerja
Memberikan spesialisasi pekerjaan kepada individu didalam ruang lingkup manajemen, sehingga menambah produktivitas serta menghemat waktu.

2. Wewenang dan Tanggung Jawab
Merupakan kunci dalam pelaksanaan kerja sama. Pemerintah memeiliki wewenang untuk memberikan perintah, dan tanggung jawa akan timbul dari kekuasaan tersebut. Dan tanggung jawab terbesar terdapat pada manajer puncak, sehingga manajer puncak harus memiliki sifat serta keahlian yang lebih tinggi mengenai kepemimpinan.

3. Disiplin
Pemegang wewenang harus menanamkan rasa disiplin terhadap dirinya sendiri, sehingga ia memiliki rasa tanggung jawab terhadap pekerjaannya

4. Kesatuan Perintah
Prinsip ini merupakan perintah yang diterima oleh bawahan tidak boleh diberikan oleh lebih dari satu orang atasannya, sehingga karyawan hanya memiliki sebuah jalan pemikiran

5. Kesatuan Pengarahan
Setiap golongan pekerjaan harus memiliki tujuan yang sama. Sehingga ini berhubungan erat dengan hubungan kerja dan pembagian kerja.

6. Subordinasi Kepentingan Perseorangan Terhadap Kepentingan Umum
Setiap karyawan harus mengabdikan kepentingan pribadinya terhadaap kepentingan perusahaan. Sehingga aktivitas dapat berjalan baik.
 
7. Penggajian Pegawai
Pemberian upah secara adil dan maksimal untuk pegawai, sehingga dapat meningkatkan rasa semangat dan otomatis akan menambah produktivitas dari pegawai
 
8. Pemusatan
Tanggung jawab terbesar terdapat pada orang yang memegang wewenang tertinggi atau manajemen puncak. Sehingga terhindar dari simpang siur atau penyelewengan yang tidak diinginkan
 
9. Rangkaian Perintah
Merupakan prinsip yang mewajibkan perintah dari atas kebawah harus memiliki jarak yang dekat. Sehingga garis otoritas yang terbentuk pun tidak terlalu jauh

10. Ketertiban
Ketertiban dari sebuah pekerjaan merupakan syarat utama sehingga dapat meningkatkan disiplin dari karyawan

11. Keadilan
Manajer yang dapat memberikan keadilan terhadap karyawannya dapat meningkatkan kesetiaan, ketaatan, dan juga tumbuhnya rasa patuh terhadap atasannya

12. Stabilitas masa jabatan
Karyawan akan bekerja dengan lebih baik apabila mendapatkan ransangan keamanan pekerjaan dan peningkatan karir yang pasti

13. Inisiatif
Inisiatif akan menjadi hal yang penting dengan membuat jalan jalan pintas yang baru untuk membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat selesai, tanpa mengurangi kualitas dari hasil pekerjaan tersebut

14. Semangat Kesatuan
Merupakan kesetiaan kelompok dan kekompakan pegawai dapat meningkatkan semangat kerja yang lebih baik. Manajer yang memiliki jiwa kepemimpinan yang baik dapat menumbuhkan semangat kesatuan ini.
  • Teori Manajemen
Haiman
Manajemen yaitu fungsi untuk mencapai sebuah tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan

George R. Terry
Manajemen yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain

Marry Parker Follet
Manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain

Stoner
Manajemen yaitu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya manusia organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Gulick
Manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem ini lebih bermanfaat bagi kemanusiaan.
 
Schein
Manajemen sebagai profesi. Menurutnya manajemen merupakan suatu profesi yang dituntut untuk bekerja secara profesional

Terry
Manajemen yaitu suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pebgarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksudmaksud yang nyata

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : PENGERTIAN MANAJEMEN FUNGSI DAN SEJARAH LENGKAP

0 komentar:

Posting Komentar