Informasi Pendidikan, Tugas, Guru, Contoh, Cara, Jelaskan, Pengertian, Perbedaan, Persamaan

Minggu, 27 November 2016

CIRI-CIRI DAN JENIS MANUSIA PURBA INDONESIA LENGKAP

"

Jenis Jenis Manusia Purba Di Indonesia Dan Ciri-cirinya Lengkap - Tempat Penemuannya,  Di Indonesia penelitian tentang jenis-jenis manusia purba sudah sejak abad ke-18 M, dirintis oleh seorang dokter Belanda bernama Eugene Dubois. Mula mula ia mengadakan penelitian di Sumatera Barat namun tidak membuahkan hasil, lalu ia pindah ke Pulau Jawa . Di Pulau Jawa, ia berhasil menemukan fosil manusia purba di desa Trinil, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada tahun 1891. Fosil manusia purba ia beri nama pithecanthropus erectus, yang artinya manusia kera yang berjalan tegak

Ahli arkeologi yang pertama datang adalah seorang dokter Belanda yang bernama Eugene Dubois. Mula-mula ia mengadakan penelitian di wilayah Sumatra Barat, tetapi ia tidak berhasil menemukan kerangka mirip manusia. Kemudian, dari Sumatra ia mengalihkan penelitiannya ke Pulau Jawa, di sini ia berhasil menemukan tengkorak manusia. 

Temuannya yang pertama ditemukan di daerah Trinil, kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pada waktu penggalian diketahui, bahwa bumi berlapis-lapis, dan pada setiap lapisan kerap ditemukan fosil-fosil tumbuhan, hewan, dan manusia yang menjadi ciri khusus dari setiap lapisan. 

Fosil adalah sisa-sisa manusia, hewan, dan tumbuhan yang telah membatu karena tertimbun tanah ribuan, bahkan jutaan tahun yang lalu.

Berikut ini akan dibahas mengenai jenis-jenis fosil manusia purba yang ditemukan di Indonesia. Coba kamu cermati dan pelajari.

Pithecantropus 
CIRI-CIRI DAN JENIS MANUSIA PURBA INDONESIA LENGKAP
Gambar: Pithecanthropus mojokertensis
Pada 1890, Dr. Eugene Dubois, seorang ahli arkeologi menemukan fosil di daerah Trinil, Ngawi, Jawa Timur. Fosil pertama yang ia temukan adalah tempurung kepala dan tulang rahang. Dalam penggalian selanjutnya, di tempat yang sama ia menemukan tulang paha kiri. 

Setelah dikonstruksi, tubuh fosil temuannya diperkirakan tingginya antara 165 sampai dengan 180 cm dengan fragmen tubuh yang masih sederhana dengan cara berjalan mereka yang masih belum sempurna. Cara berjalan sudah mulai berdiri tegak dan volume otaknya masih kecil. 

Organ tubuh luarnya masih menyerupai binatang primata. Karena sudah berjalan dengan berdiri tegak walaupun belum sempurna seperti sekarang, maka fosil ini diberi nama Pithecantropus erectus, artinya manusia kera yang dapat berjalan tegak. 

Selain itu, fosil ini disebut juga fosil manusia Jawa. Pada 1936, berbekal dengan temuan Dubois, dua orang peneliti yaitu, Duyfes dan Van Koenigswald kembali berhasil menemukan fosil erectus di Perning, kabupaten Mojokerto (Jawa Timur). 

Hasil temuannya adalah tengkorak anak-anak dengan usia sekitar 6 tahun, diperkirakan hidup 1,9 juta tahun yang lalu. Karena ditemukan di Mojokerto, maka Pithecantropus erectus kali ini dinamakan Pithecantropus mojokensis (manusia kera dari Mojokerto) atau disebut juga Pithecantropus robustus.

Ciri-ciri Pithecanthropus
  • Memiliki tinggi tubuh antara 165-180 cm.
  • Badan tegap, namun tidak setegap Meganthrophus.
  • Volume otak berkisar antara 750 – 1350 cc.
  • Tonjolan kening tebal dan melintang sepanjang pelipis.
  • Hidung lebar dan tidak berdagu.
  • Mempunyai rahang yang kuat dan geraham yang besar.
  • Makanan berupa tumbuhan dan daging hewan buruan.
Megantropus 
Fosil Megantropus ditemukan di desa Sangiran pada 1936 sampai dengan 1941. Penemunya adalah Van Koenigswald. Meganthropus diperkirakan hidup 2 juta tahun yang lalu dan para ahli menyebutnya Meganthropus palaeojavanicus, artinya manusia raksasa dari Jawa Kuno. 

Fragmen tubuh yang ditemukannya adalah berupa rahang atas dan bawah. Makanan utama Meganthropus diperkirakan adalah tumbuh-tumbuhan.

Ciri-Ciri Meganthropus paleojavanicus
  • Mempunyai tonjolan tajam di belakang kepala.
  • Bertulang pipi tebal dengan tonjolan kening yang mencolok.
  • Tidak mempunyai dagu, sehingga lebih menyerupai kera.
  • Mempunyai otot kunyah, gigi, dan rahang yang besar dan kuat.
  • Makanannya berupa tumbuh-tumbuhan.
Homo Sapiens 
Jenis manusia di Indonesia diperkirakan hidup antara 25.000 sampai dengan 40.000 tahun yang lalu. Jenis manusia ini telah sanggup membuat alat-alat dari batu maupun tulang, sekalipun dengan masih sangat sederhana mereka telah dapat mengolah makanan dan hasil buruan. 

Volume otaknya diperkirakan antara 1.000 sampai dengan 2.000 cc dengan tinggi yang bervariasi antara 130 - 210 cm, berat badan diperkirakan antara 30 - 150 kg. 

Fosil Homo yang ditemukan adalah Homo soloensis dan Homo wajakensis. 

1) Homo soloensis 
Homo soloensis ditemukan pada 1931 - 1933 oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Van Koenigswald dengan hasil temuan berupa satu seri tengkorak yang jumlahnya sangat besar di daerah Ngondong, dekat Blora (Jawa Tengah). 

Hasil penelitian menunjukkan jenis manusia ini tingkatannya lebih tinggi dari fosil sebelumnya. Fosil ini dinamakan Homo soloensis (manusia dari Solo) diperkirakan hidup antara 35.000 - 15.000 tahun SM. 

Ciri-Ciri Manusia Purba Homo Solosensis
  • Ciri-ciri khusus yang dimiliki oleh manusia purba jenis ini antara lain, volume otak antara 1000 – 1300 cc; tinggi badan antara 130 – 210 cm; muka tidak menonjol ke depan; serta berjalan tegap secara bipedal (dua kaki). Homo soloensis diperkirakan pernah hidup antara 900.000 sampai 300.000 tahun yang lalu.
2) Homo wajakensis 
Fosil jenis ini ditemukan oleh BD. Van Rietshoten di daerah Wajak, Tulung Agung (Jawa Timur) pada 1889. Kemudian, fosil ini diberi nama sesuai dengan daerah ditemukannya, yaitu Homo wajakensis. 

Pada 1920, Eugene Dubois menemukan fosil yang sama dan diberi nama Wajakensis II. Menurut para ahli, fosil ini merupakan bentuk perubahan langsung dari Homo soloensis, dan jenis inilah diperkirakan nenek moyang dari penduduk asli pulau Irian (Papua) dan sekitarnya. Homo wajakensis mempunyai volume otak kira-kira 1530 - 1650 cc.

Ciri-ciri Homo wajakensis antara lain, 
  • Memiliki muka lebar dan datar; hidungnya lebar dan bagian mulutnya menonjol; tulang tengkorak sudah membulat; serta memiliki tonjolan yang agak mencolok di dahi. Homo wajakensis diperkirakan hidup antara 40.000 sampai 25.000 tahun yang lalu.
Di antara semua jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia, Homo wajakensis merupakan jenis yang paling tinggi tingkat kecerdasan dan peradabannya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : CIRI-CIRI DAN JENIS MANUSIA PURBA INDONESIA LENGKAP

0 komentar:

Posting Komentar