Informasi Pendidikan, Tugas, Guru, Contoh, Cara, Jelaskan, Pengertian, Perbedaan, Persamaan

Senin, 27 Juni 2016

PENJELASAN PROSES PEMBENTUKAN SEL DARAH MERAH

"

Inilah Proses Pembentukan Sel Darah - Sel-sel darah merupakan sel-sel hidup. Dalam darah terdapat dua lapisan dari darah yang didiamkan. Lapisan atas berupa cairan darah atau plasma darah. Lapisan bawah merupakan sel-sel darah yang terdiri dari eritrosit (sel-sel darah merah), leukosit (sel-sel darah putih), trombositn (keping-keping darah atau sel pembeku darah). Di dalam darah juga terjadi pembentukan sel darah yang biasanya disebut Hematopoiesis.

Hematopoiesis adalah proses pembentukan komponen sel darah, dimana terjadi proliferasi, maturasi dan diferensiasi sel yang terjadi secara serentak.Menurut Bahasa kata hema berarti darah dan "Poiesis" yang artinya membuat. Hematopoisis juga sering disebut sebagai sel-sel batang hematopoieteic.Pada orang dewasa yang sehat,sekitar 1011-1012 sel-sel darah baru diproduksi setiap hari untuk mempertahankan tingkat tunak di sirkulasi perifer. Fungsi Hematopoisis adalah memoroduksi sel darah untuk mengganti sel yang rusak atau mati.

PENJELASAN PROSES PEMBENTUKAN SEL DARAH MERAH


Dalam Proses Pembentukan sel darah, terdapat beberapa teori, yakni Teori Monofilatik:Teori ini menyatakan bahwa sel darah berasal dari satu sel induk. Dimana sel-sel mesenkim berubah menjadi hemohistioblast.Hemahistioblast dibagi menjadi dua yaitu:

Hemahistioblast bergranula (hemahitioblast myeloid) contohnya : mieloblast, eritroblast, megakarioblast.

Hemahistioblast tidak bergranula (hemohistioblast limfoid) contohnya : limfoblast, monoblast.

Yang kedua Teori Poifilektik yaitu Masing-masing sel darah mempunyai induk steam sel yang tertentu dan terpisah satu sama lain. Sel-sel mesenkim itu masing-masing : mieloblast, proeritrosit, eritroblast, megakarioblast, RES (Retikulo Endotelia Sytem). yang ketiga adalah teori Kombinasi yakni:

a.    Duofilektik (oleh Erlich) : Sel Mesenkim mieloblast dan limfoblast
b.    Triofilektik (Nargali) : Sel Mesenkim mieloblast, pronormoblast, limfoblast.

Masing-masing dari ketiga teori di atas, steam sel mengalami regulasi (pengaturan) dengan proliferasi dan deferensiasi menjadi Eritropoietin, Lekopoietein, Trombipoietin.

Bentuk sel darah merah ( eritrosit )Bentuk eritrosil normalnya mempunyai  diameter 7,8 µm dengan tebal 2,5 µm dan volume sekitar 90 – 95 µm³.  Bentuk eritrosit seperti lempeng cakram dan bikonkaf. Namun bentuk ini bisa berubah menjadi lonjong karena eritrosit bersifat lentur dan tidak mudah pecah karena agar bisa melewati pembuluh kapiler yang ukurannya lebih kecil dari pada eritrosit.

Jumlah normal sel darah merah ( eritrosit )
  1. Jumlah eritrosit pada pria : 5.20000 ± 300.00 mm². ( ada juga yang memberikan standar normal jumlah eritrosit pria : 4.5 – 6.0 juta /mm³ )
  2. Jumlah eritrosit pada wanita : 4.7000.000 ± 300.00 mm². ( ada juga yang memberikan standar normal jumlah eritrosit wanita : 4.0 – 5.5 juta /mm³ )
Secara fisiologis setiap 1 gram hemoglobin akan mampu mengikat 1.34 mm oksigen. Pada pria maximal dalam 100 mm darah akan dapat membawa sekitar 20 mm oksigen, sedangkan pada wanita akan mampu membawa 19 mm oksigen.

Pengaturan produksi sel darah merah ( eritrosit )Di dalam perangsangan produksi eritrosit sangat bergantung dengan eritropoietin, yaitu suatu glikoprotein  yang di prosuksi sebagian besar 90 % di dalam sel epitel tubulus ginjal dan 10 %-nya di dalam hati. Eritropoietin meningkat ketika proses pengoksigenasi ( jumlah oksigen) didalam tubuh menurun. Hal ini terjadi  karena proses kompensasi atas kekurangan oksigen dalam jaringan organ tubuh.

Ada 5 faktor yang dapat menurunkan oksigenasi tubuh :
  1. Volume darah menurun.
  2. Anemia.
  3. Hemoglobin rendah.
  4. Aliran darah kurang.
  5. Penyakit paru.     
Proses Pematangan sel darah merah ( eritrosit )
Pematangan sel darah merah ( eritrosit ) didalam darah sangat tergantung pada pemasukan nutrisi dari makanan kedalam tubuh seseorang.  Pada pematangan ini ada dua vitamin terpenting untuk proses pematangan eritrosit yaitu :
  • Asam volat.
  • Vitamin B 12.
Dari kedua vitamin tersebut akan membentuk timidin trifosfat yang akan membangun inti DNA eritrosit. Kekurangan kedua vitamin tersebut akan menjadikan abnormalitas pematangan dan inti sel DNA eritrosit.  Pada keadaan ini eritrosit akan berbentuk lebih besar dan mudah pecah.  namun masih tetap bisa mengangkut oksigen. pada tubuh manusia vitamin B12 akan di absorbsi di saluran cerna dengan bantuan glikoprotein (faktor intrinsik) yang di hasilkan oleh tractus gastrointestinal. Setelah di absorbsi vitamin B12 akan di proses untuk pembentukan inti sel dan pematangan eritrosit dan akan disimpan di dalam hati ketika sudah tidak dipergunakan lagi. Asam volat tubuh akan di hasilkan melalui makanan yang mengandung zat – zat asam volat seperti : sayur – sayuran hijau, buah – buah tertentu dan daging terutama di dalam hati.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : PENJELASAN PROSES PEMBENTUKAN SEL DARAH MERAH

0 komentar:

Posting Komentar