Informasi Pendidikan, Tugas, Guru, Contoh, Cara, Jelaskan, Pengertian, Perbedaan, Persamaan

Minggu, 19 Juni 2016

FUNGSI FERTILISASI DAN IMPLANTASI PADA PROSES PEMBUAHAN

"

Penjelasan Proses Fertilisasi & Implantasi Pada Pembuahan - Sebelum saya membahas bagaimana alurnya, kita perlu tahu dulu tentang Fertilisasi adalah proses pembuahan atau masuknya sperma ke dalam sel oosit sekunder yang akan merangsang sel oosit sekunder menjadi ootid dan kemudian menjadi ovum, sehingga terjadi proses penggabungan sperma dan ovum. Setelah ejakulasi ke dalam saluran reproduksi wanita, sperma akan tetap hidup selama beberapa hari. Sedangkan ovum akan tetap fertil selam 24 jam setelah ovulasi. Setelah memasuki uterus, kontraksi pada dinding uterin akan membantu sperma mendekati ovum. Maka selanjutnya akan terjadi persatuan antara sperma dan ovum hingga pembentukan zigot.

Setelah pertemuan sperma dan ovum, maka akan muncul bukaan di bagian akrosom sperma. Dimana bukaan tersebut akan mengeluarkan enzim pelarut zona pelusida pada oosit sekunder. Setelah sperma memasuki ovum, akan segera terjadi perubahan yang akan mencegah sperma lain masuk ke dalam ovum. Biasanya sperma akan kehilangan ekornya ketika masuk untuk membuahi ovum. 
FUNGSI FERTILISASI DAN IMPLANTASI PADA PROSES PEMBUAHAN

Proses masuknya sperma akan merangsang oosit sekunder menyelesaikan pembelahan meiosis keduanya. Kepala sperma yang bersifat haploid akan membengkak dan membentuk pronukleus jantan. Dan juga pronukleus jantan tersebut akan melebur dengan pronukleus betina, yang akhirnya akan membentuk nukleus zigot yang diploid.

Untuk lebih jelasnya silahkan baca di bawah ini :

Saat fusi antara sel membran sperma dengan sel telur sudah terjadi maka terjadi 3 peristiwa penting pada oosit :  :
  1. Depolarisasi membran sel telur sehingga terjadi blokade primer terhadap polispermia ( spermatozoa lain tak dapat masuk kedalam sel telur ). Hanya satu pronukelus pria yang dapat ber fusi dengan pro nukleus wanita dan menjaga keadaan diploid dari zygote. 
  2. Reaksi kortikal. Menyebabkan zona pellucida menjadi keras sehingga mencegah sperma lain untuk berikatan dengan zona pellucida. Terjadi blokade sekunder terhadap polispermia. 
  3. Pembelahan meiosis II pada sel telur. Badan polar II terbentuk dan dikeularkan dari sel telur sehingga memastikan bahwa pronukelus wanita bersifat haploid.. Sekali lagi , hal ini akan menjaga agar zygote tetap diploid. Kegagalab untuk menjaga sifat diploid pada hasis konsepsi sering menyebabkan kegagalan proses kehamilan.
Setelah berada dalam sel telur, sitoplasma sperma bercampur dengan sitoplasma sel telur dan membran inti (nukleus) sperma pecah. Membran yang baru terbentuk di sekeliling kromatin sperma membentuk pronukelus pria. Membran inti oosit yang baru juga terbentuk di sekeliling pronukleus wanita.

Sekitar 24 jam setelah fertilisasi, kromosom memisahkan diri dan terjadilah pembelahan sel pertama.


IMPLANTASI
 
Setelah fertilisasi, hasil konsepsi harus mengadakan implantasi pada dinding uterus dan memberikan informasi kepada ibu agar mengadakan adaptasi akibat adanya kehamilan. Tanpa adanya kedua hal itu, zygote akan dengan mudah keluar dari uterus bersamaan dengan menstruasi berikutnya.


FUNGSI FERTILISASI DAN IMPLANTASI PADA PROSES PEMBUAHAN

Zygote yang sedang membelah mengapung dalam tuba falopii sekitar 1 minggu, berkembang dari tahap 16 sel melalui tahapan morula yang padat menjadi tahap blastokis dengan 32 – 64 sel. Tahap blastokis memiliki rongga berisi cairan. Blastokis memiliki dua jenis sel embrionik yang telah ber diferensiasi : trofoectoderm di bagian luar dan inner cell mass di bagian dalam.

Sel trofoectoderm kelak akan membentuk plasenta dan inner cell mass akan membentuk janin dan membrane janin.

Pada tahapan blastokista ini, hasil konsepsi masuk uterus dan mengadakan implantasi
Selama dalam tuba falopii, hasil konsepsi tetap diselubungi zona pelucida. Setelah 2 hari dalam uterus, blastokista melepaskan diri dari zona pellucida. Setelah peristiwa pelepasan tersebut, sel trofoectoderm blastokista mulai ber diferensiasi menjadi sel trofoblas. Proses yang simultan ini memungkinkan sel trofoblas berhubungan langsung dengan endometrium. 


Dalam beberapa jam, endometrium dibawah blastokista akan terkikis dan lisis sehingga substrat-substrat metabolik primer yang dihasilkan akan digunakan untuk kehidupan blastokista. Endometrium yang mengalami perubahan biokimia dan morfologi yang hebat itu disebut sedang mengadakan proses desidualisasi, suatu  proses yang dimulai saat terjadinya implantasi dan menyebar dalam bentuk gelombang konsentris yang berpusat dari tempat implantasi . Endometrium sekitar hasil implantasi akan kembali pulih sehingga seluruh hasil implantasi tertanam dalam endometrium.

Bersamaan dengan invasi embrio ke jaringan ibu, sel trofoblas kemudian ber diferensiasi menjadi 2 jenis sel : sel sitotrofoblas dan sel sinsitiotrofoblas.


Sel sinsitiotrofoblas adalah sel berukuran besar dan multinuklear yang berkembang dari lapisan sitotrofoblas. Sel ini aktif mengeluarkan hormon plasenta dan mentrasfer zat makanan dari ibu ke janin.


Sekelompok sel sitotroblas memiliki sifat invasif , melewati stroma endometrium untuk mencapai pembuluh darah ibu, termasuk arteri spiralis endometrium

Faktor-faktor yang diperlukan agar proses implantasi berlangsung dengan baik:

  1. Leukemia inhibiting factor , suatu sitokin 
  2. Integrin , interaksi antar sel 
  3. Transforming growth factor beta , stimulasi pembentukan sinsitium dan menghambat invasi trofoblas
Implantasi terjadi sekitar 7 – 10 hari setelah ovulasi. Jika hasil konsepsi bertahan hidup lebih dari 14 hari setelah ovulasi, corpus luteum ovarium akan terus menghasilkan progesteron.

hCG yang dihasilkan oleh trofoblas yang berkembang dan di sekresi ke dalam aliran darah ibu bekerja menyerupai hormon luteinisasi , yaitu menunjang corpus luteum dengan menghambat proses regresi luteal.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : FUNGSI FERTILISASI DAN IMPLANTASI PADA PROSES PEMBUAHAN

0 komentar:

Posting Komentar